LAPORAN PENGAMATAN SUHU DAN KELEMBABAN NISBI

ACARA I. LINGKUNGAN ABIOTIK

TUJUAN :
Mengukur dua faktor dalam lingkungan Abiotik yang penting untuk dipertimbangkan dalam membedakan ekosistem.

KETERANGAN DASAR :
Faktor – Faktor yang akan diukur adalah temperatur dan kelembaban nisbi. Kelembaban nisbi adalah banyaknya uap air yang terdapat dalam udara pada temperatur tertentu dibandingkan dengan banyaknya uap air yang dapat dikandung secara maksimum pada temperatur tersebut. Kelembaban nisbi dinyatakan dalam prosen (%).
Pada umumnya organisme akan kehilangan lebih banyak air dalam atmosfir dengan kelembaban rendah dari pada dalam atmosfir dengan kelembaban tinggi. Oleh karena itu salah satu faktor abiotik yang sangat penting pada organisme darat adalah kelembaban nisbi.

BAHAN DAN ALAT :
– Arloji
– Nateran
– Thermometer ( sebagai thermometer kering )
– Thermometer yang dibalut kapas pada ujungnya. (sebagai thermometer basah)
– Botol berisi air
– Kipas
– Tabel kelembaban nisbi

CARA KERJA :
1. Satu kelompok terdiri dari 3 sub kelompok.
2. Sub kelompok 1 mengamati tempat rimbun (penuh pohon);
Sub kelompok 2 mengamati lapangan rumput;
Sub kelompok 3 mengamati lapangan tanpa tumbuhan.
3. Setiap Sub kelompok melakukan 4 macam pengukuran suhu pada thermometer basah dan thermometer kering.
– Pengukuran I dipermukaan tanah;
– Pengukuran II pada 50 cm. diatas permukaan tanah;
– Pengukuran III pada 100 cm. diatas permukaan tanah;
– Pengukuran IV pada 150 cm. diatas permukaan tanah. (variasi ukuran dapat berubah).

1
Untuk memudahkan pengukuran sebaiknya membuat statif sbb :

THERMOMETER BASAH / KERING

* Kapas pada thermometer basah harus selalu ditetesi air, dan 2 menit sebelum dibaca harus dikipasi.

* Thermometer harus dipasang minimal 5 menit sebelum dibaca.

4. Waktu pembacaan temperatur harus bersamaan.
5. pengukuran dilakukan 4 kali dengan interval waktu 20 menit.
Angka pada thermometer kering menunjukkan temperatur udara, kelembaban nisbi dapt dilihat dalam tabel kelembaban nisbi. Untuk mendapatkan angka kelembaban nisbi kita harus mengetahui angka pada thermometer basah dan thermometer kering.

PEMBAHASAN :
1. Pada permukaan tanah yang manakah ( penuh pohon, lapangan rumput, dan lapangan tanpa rumput ) keadaannya paling dingin dan paling lembab ?
Mengapa demikian ?
2. Pada permukaan tanah yang manakah ( penuh pohon, lapangan rumput, dan lapangan tanpa tumbuhan ) keadaannya paling panas dan kurang lembab ?
Mengapa demikian ?
3. Pada ketinggian yang manakah ketiga habitat tersebut yang mempunyai temperatur udar dan kelembaban nisbi hampir sama?
Mengapa demikian ?
4. Bagaimana perbandingan selisih temperatur terbesar dan terkecil pada ketiga habitat tersebut ?
5. Perbedaan – perbedaan apa yang terdapat diantara ketiga habitat tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan temperatur dan kelembaban nisbi ?
6. Bagaimana pengaruh interaksi faktor biotik dan abiotik terhadap okosistem ?
7. Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan kelembaban nisbi pada daerah kota dan daerah pedesaan ?
8. Mengapa organisme darat lebih tahan berada pada daerah yang mempunyai kelembaban nisbi tinggi dari pada daerah yang mempunyai kelembaban nisbi rendah ?

2
JAWABAN :
1. Pada Lapangan Rumput
Karena tingkat oksidasinya tinggi, sehingga tetap manjaga kelembaban dan suhu. Semakin diberi air, kelembaban meningkat. Terbukti menurunnya temperatur suhu pada awal pengukuran dengan akhir pengukuran.
2. Tanah Lapang tanpa Tumbuhan
Karena tanpa adanya penghalang (berupa tumbuhan / pohon) sinar matahari dapat langsung menyentuh permukaan tanah, sehingga membuat permukaan tanah tersebut paling panas dan kurang lembab, terbukti saat cuaca cerah suhu mencapai 40’c.
3. Pada pukul 10.15
Karena pada ketiga habitat tersebut mempunyai temperatur dan kelembaban yang hampir mendekati dibandingkan pada waktu sebelum dan sesudah pukul 10.15.
4. Perbandingan sangat jauh yaitu selisihnya 51.
5. 1. lokasi tempat pengukuran / pengamatan suhu dan kelembaban
2. Tanah lapang (tanpa adanya halangan)
3. Tanah rumput (permukaan dengan adanya rumput)
4. Rimbun (adanya pohon / tumbuhan)
6. – menurunnya reproduksi
– menurunnya produksi
– dan bahkan dapat menyebabkan kematian organisme yang ada di ekosistem.
7. a. Daerah kota
– Kurangnya lahan hijau
– Banyaknya aktivitas industri dan transportasi
– Meningkatnya kadar CO2 di udara
– Gedung pencakar langit, yang menggunakan material kaca mengakibatkan efek rumah kaca
b. Daerah Desa
– Banyaknya lahan hijau
– Jarangnya aktivitas transportasi
– Adanya keseimbangan antara siklus CO2 dengan O2.
8. Karena pada kelembaban rendah organisme darat akan kehilangan lebih banyak air. Sehingga tingkat ketahanannya lebih rendah dan kemungkinan tidak dapt bertahan hidup dan kepunahannya lebih cepat.

3
Kelembaban

Lokasi : Rimbun Tanah Berumput
Tanah Lapang
Data Pengamatan Suhu dan kelembaban Nisbi
Lokasi : Rimbun Kampus UNIPA
Hari / Tanggal : Senin , 7 April 2008
Mulai 09.15 dengan suhu awal 28 c

Jam Bagian T. kering T. basah TK – TB Kelembaban Keterangan
09.30 A 31 c 27 c 4 72
B 29 c 28 c 1 92
09.45 A 30 c 26 c 4 72
B 29 c 27 c 2 85
10.00 A 31 c 28 c 3 79
B 27 c 26 c 1 92
10.15 A 33 c 28 c 5 68
B 31 c 27 c 4 73
10.30 A 33 c 28 c 3 68
B 31 c 27 c 4 72
10.45 A 33 c 28 c 5 68
B 32 c 28 c 4 73
11.00 A 34 c 29 c 5 68
B 32 c 27 c 5 67

Praktikum Suhu dan Kelembaban Nisbi

Lokasi : Tanah Lapang Unipa Kampus Ngagel
Hr / Tgl : Senin , 7 Maret 2008
Pengawat : 1. INDAH ILMIAH
2. F.ANCI
Suhu Awal : 29 C
Mulai : 09.00 – 11.00

Data Pengamatan Suhu dan Kelembaban
Jam TK c TB c Kelembaban % Keterangan
09.00 30 29 93 Panas
30 29 93 Panas
09.15 29 25 71 Panas
32 28 73 Panas
09.30 31 26 66 Panas
35 29 63 Panas
09.45 30 26 72 Panas
34 28 62 Panas
10.00 32 26 61 Panas
39 31 55 Panas
10.15 33 26 56 Panas
40 29 42 Panas
10.30 34 26 51 Panas
39 30 50 Panas
10.45 34 26 51 Panas
38 32 65 Panas
11.00 34 28 62 Panas
38 30 54 Panas

Mengamati

Data Pengamatan Suhu dan Kelembaban Nisbi
Lokasi : Tanah Berumput UNIPA Surabaya
Hari / Tanggal : Senin 7 April 2008
Suhu Awal : 29 oc
Tatas : 110 cm
T. bawah : 0 cm

Jam Bagian TK ( oc ) TB (oc ) Kelembaban Keterangan
09.15 Atas 32 27 67 Mendung
Bawah 28 25 78 Mendung
09.30 Atas 32 26 61 Panas
Bawah 27 24 77 Panas
09.45 Atas 33 27 61 Panas
Bawah 28 27 92 Panas
10.00 Atas 34 27 57 Panas
Bawah 28 26 85 Panas
10.15 Atas 35 28 57 Panas
Bawah 30 27 78 Panas
10.30 Atas 36 28 53 Panas
Bawah 31 27 72 Panas
10.45 Atas 36 28 53 Panas
Bawah 31 27 72 Panas
11.00 Atas 37 28 49 Panas
Bawah 35 29 63 Panas

Data Pengamatan Kecepatan Angin

– Lokasi : Depan / halaman Rumah Indah Ilmiah
– Hr / tgl : Jum’at , 4 April 2008
– Pengamat : Indah Ilmiah

Jam
Derajat
Kecepatan
Kondisi diatas
Perm . tanah
Keterangan
08.00 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah belum berawan
08.15 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah belum berawan
08.30 2 1,6 – 3,3 Daun bergerak Cerah , berawan
08.45 2 1,6 – 3,3 Daun bergerak Cerah , berawan
09.00 2 1,6 – 3,3 Daun bergerak Cerah , berawan
09.15 2 1,6 – 3,3 Daun bergerak Cerah , berawan
09.30 2 1,6 – 3,3 Wajah dapat merasakan Cerah , berawan
09.45 2 1,6 – 3,3 Angin dapat merasakan Cerah , berawan
10.00 2 1,6 – 3,3 Angin dapat merasakan Cerah , berawan
10.15 3 3,4 – 5,4 Spanduk berkibar Cerah , berawan
10.30 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah , berawan
10.45 3 3,4 – 5,4 Cerah , berawan
11.00 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah , awan hilang / tidak berawan
11.15 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah , awan hilang / tidak berawan
11.30 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah , awan hilang / tidak berawan
11.45 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah , awan hilang / tidak berawan
12.00 0 0,0 – 0,5 Tenang Cerah , awan hilang / tidak berawan

By indah ilmiah

One comment on “LAPORAN PENGAMATAN SUHU DAN KELEMBABAN NISBI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s