STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN ALGA

STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN ALGA

Oleh:

Indah Ilmiah

PROGRAM STUDI BIOLOGI

FAKULTAS METEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

Alga (Protista Mirip Tumbuhan)

Alga merupakan kelompok organisme yang bervariasi baik bentuk, ukuran, maupun komposisi senyawa kimianya. Alga ini ada berbentuk uniseluler (contoh Chlorococcus sp), koloni (Volvox sp), benang (filamen) (contoh Spyrogyra sp) serta bercabang atau pipih (contoh Ulva sp, Sargasum sp dan Euchema sp).

Ciri-ciri lainnya pada alga adalah, alga ini tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Tubuh seperti ini dinamakan talus. Itulah sebabnya alga tidak dapat digolongkan sebagai tumbuhan (plantae). Di dalam sel alga terdapat berbagai plastida yaitu organel sel yang mengandung zat warna (pigmen). Plastida yang terdapat pada alga terutama kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Sehingga alga bersifat autrotof karena dapat menyusun sendiri makanannya berupa zat organik dan zat-zat anorganik.

Pigmen lain yang terdapat di dalam sel-sel alga adalah:

Fikosianin

=

warna biru;

Xantofil

=

warna kuning;

Karoten

=

warna keemasan;

Fikosantin

=

warna pirang;

Fikoeritrin

=

warna merah.

Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, alga dikelompokkan menjadi 6 fillum yaitu:

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=134&fname=%20bio_106_kb2_hal19.htm

23-09-2008/03:00 PM

Protista adalah kelompok organisme yang memiliki ukuran tubuh mikro. Kingdom protista terdiri atas kelompok makhluk hidup yang mempunyai karakteristik peralihan antara hewan dan tumbuhan, contohnya adalah amuba.

Protista merupakan kelompok organisme yang memikili ukuran tubuh mikro, sehingga untuk mengamati struktur morfologi tubuhnya harus menggunakan mikroskop. Walaupun protista termasuk organisme uniseluler, mereka memiliki peranan baik dalam kehidupan manusia.

Kerajaan protista terdiri atas kelompok makhluk hidup yang memiliki karakteristik peralihan antara tumbuhan dan hewan. Kingdom protista terkadang tersusun atas makhluk hidup uniseluler yang mempunyai inti (nukleus) dan organel yang jelas.

Protista terdiri atas:

1. Spesies uniseluler yang membentuk Protozoa
2. Alga uniseluler (kecuali alga ganggang biru)
3. Beberapa fungi sel satu.

Namun, ada protista yang pengelompokannya berubah-ubah karena ada bentuk beralihan antara alga dan Protozoa serta antara Protozoa dan fungi. Alasan ini adalah alasan utama kenapa protista sulit dibedakan dengan jelas.

Alga, adalah organisme yang dapat menghasilkan oksugen melalui proses fotosintesa dan mengandung klorofil. Beberapa anggitanya ada yang multi seluler dan ada yang uniseluler. Anggota yang uniseluler ini berbentuk benang, koloni, atau siositik. Sedangkan protista yang tersusun multiseluler, berbentuk benang bercabang yang disebut miselium. Protista yang tersusun multiseluler lainnya adalah jamur sinositik.

Protozoa memiliki inti sel dan organel sel lainnya, seperti nukleus, retikulum endiplasma, mitokondria, badan golgi, DNA yang bergabung dengan protein, dan sentriol. Protozoa juga memiliki flagela dan silia sebagai alat bergerak. Protozoa mampu membuat kaki semu yang mampu melakukan pembelahan meiosis dan mitosis.

Protozoa uniseluler heterotrop, dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:

1. Mastigophora, memiliki satu flagela dan diantaranya adalah Trypanosoma brusei.
2. Sarcodina, yang mirip dengan amuba.
3. Ciliophora, memiliki stuktur silia termasuk diantaranya Paramecium dan stentor.
4. Phylum Myxophyta, yang bereproduksi dengan menyebarkan spora.

Masalah klasifikasi ini menjadi rumit ketika Euglena yang memiliki kloroplas bersintesis tapi juga mencerna makanan di kegelapan, dan Astasia yang sama dengan Euglena tapi kurang punya kloroplas. Ahli biologi mengatakan mereka adalah Protozoa dan sebagian mengatakan mereka adalah alga.

http://www.pecintakucing.com/kkprot.htm

23-09-2008/03:00 PM

Protista merupakan organisme peralihan antara monera dan organisme lain baik hewan maupun tumbuhan, protista ada yang mirip hewan (Protozoa), Protista mirip tumbuhan (Alga) dan Jamur lendir.

Protozoa berdasarkan alat gerak yang dimiliki dibagi dalam empat filum: Mastigophora (Flagellata), Rhizopoda, Cilliata dan Sporozoa. Protista hidup di lingkungan air.

Protozoa organisme bersel satu ukuran 3 – 100 mikron, bersifat heterotrof tempat hidup air tawar dan tempat basah yang banyak mengandung bahan organik.

Flagellata ada yang hidup bebas, mempunyai alat gerak (flagel) yang bersifat parasit antara lain jenis Trypanosoma.

Cilliata ada yang hidup bebas, bersel satu, tubuh oval hidup di tempat bersih, ada yang bersifat parasit tubuh dikelilingi oleh adanya rambut getar (silia). Contoh Paramecium, berkembangbiak secara seksual dan aseksual.

Sporozoa merupakan parasit, dapat membentuk spora tidak memiliki alat gerak.
Daur hidup pada tubuh manusia:
Sporozoit –> tubuh manusia –> sel hati –> merozoit –> menyerang sel darah merah –> merozoit –> membentuk gametosit.
Pada tubuh nyamuk Anopheles:
Gametosit –> masuk tubuh nyamuk –> usus nyamuk –> gamet –> mikrogamet + makrogamet –> zigot –> menerobos dinding usus nyamuk –> oosit –> menghasilkan sporozoit –> sporozoit sampai ke dalam kelenjar air liur nyamuk.

Protista mirip tumbuhan memiliki klorofil. Yang tergolong kelompok ini alga. Tubuh alga disebut talus, tidak tergolong plantae.

Pembagian berdasarkan pigmen yang dimiliki antar lain:
Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, Chrysophyta, Phyrophyta, Euglenophyta.

Chlorophyta: hidup di air tawar,bentuk benang/lembaran reproduksi secara pembelahan biner, fragmentasi dan konjugasi.

Phaeophyta: alga coklat mengandung fikosianin dan klorofil, reproduksi dengan fragmentasi.

Rhodophyta: alga merah, hidup di perairan (laut) mengandung fikoeritrin dan klorofil. dapat dibuat agar-agar.

Chrysophyta: hidup diair tawar dan laut. Contoh Diatom.

Phyrophyta: ganggang api, hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya.

Euglenophyta: hidup di air tawar, organisme mirip hewan dan mirip tumbuhan, mempunyai flagel dan klorofil contoh Euglena.

Myxomycota memiliki ciri: tubuh vegetatif seperti lendir/plasmodium, tidak ada dinding sel, reproduksi generatif dengan singami.
Contoh: Physarium, Arcyria, Dyctyostelium

Oomycota: ciri-ciri hifa tidak bersekat, dinding sel dari selulosa, reproduksi aseksual membentuk zoospora reproduksi seksu

al dengan membentuk oospora.
Contoh: Saprolegnia, Phytopthora, Pythium.

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=134&fname=%20bio_106_penutup.htm

  1. Sistem klasifikasi algae ada bermacam-macam. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan terutama dalam penelitian fisiologi, biokimia, dan penggunaan mikros- kop elektron, maka klasifikasi algae ke dalam divisinya, kini didasarkan pada:
    1. pigmentasi,
    2. hasil fotosintesis,
    3. flagelasi,
    4. sifat fisik dan kimia dinding sel,
    5. ada atau tidak adanya inti sejati.

Atas dasar hal tersebut, Smith membagi algae menjadi; Divisi: Chlorophyta, Euglenophyta, Pyrrophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, Rhodophyta dan Cyanophyta. Pyrrophyta, Chrysophyta,dan Euglenophyta termasuk Protista (Protista algae); Cyanophyta termasuk Monera.

  1. Algae mempunyai bermacam-macam bentuk tubuh:
    1. Bentuk uniseluler: bentuk uniseluler yang berflagela dan yang tidak berflagela.
    2. Bentuk multiseluler:
      1. a. koloni yang motil, b. koloni yang kokoid
      2. Agregasi: bentuk palmeloid, dendroid, dan rizopoidal.
      3. Bentuk filamentik: filamen sederhana, filamen bercabang, filamen heterotrikh, filamen pseudoparenkhimatik yang uniaksial dan multiaksial.
      4. Bentuk sifon/pipa.
      5. Pseudoparenkhimatik
  2. Reproduksi
    1. Vegetatif: fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan hormogonia.
    2. Aseksual: pembentukan mitospora, zoospora, aplanospora, hipnospora, stadium pamela.
    3. Seksual: isogami, heterogami yang terdiri dari anisogami dan oogami, aplanogami, autogami.
  3. Pergantian keturunan
    1. Pergantian keturunan haplobiontik terdiri dari: pergantian keturunan yang haplontik dan diplontik.
    2. Pergantian keturunan yang isomorfik dan heteromorfik.

Kegiatan Belajar 2
Divisi: Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, Cyanophyta

I. Divisi Chlorophyta

Ciri-ciri

  1. Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten, khlorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
  2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas.
  3. Khloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
  4. Sel berinti sejati, satu atau lebih.
  5. Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash.
  6. Dinding sel mengandung selulose.
  7. Bentuk talus/struktur vegetatif
    1. uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
    2. uniseluler nonmotil/kokoid: Chlorella sp.
    3. koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
    4. koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
    5. palmeloid: Tetraspora sp.
    6. dendroid: Prasinocladus sp.
    7. berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp.
    8. tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
    9. heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
    10. berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
    11. lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
    12. berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
    13. berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.

Perkembangbiakan

  1. secara vegetatif: dengan fragmentasi talusnya
  2. secara aseksual: dengan pembentukan zoospora, aplanospora, hipnospora, autospora.
  3. secara seksual: isogami, Anisogami, oogami, aplanogami.

Chlorophyta dibagi menjadi 2 kelas, yaitu Chloropyceae dan Charophyceae
Menurut Smith (1955) Chlorophyceae dibagi menjadi 12 bangsa, yaitu: Volovocales, Tetrasporales, Ulothrichales, Ulvales, Schizogoniales (Prasiolales) Cladophorales, Oedogoniales, Zygnematales, Chlorococcales, Siphonales, Dasycladales dan Siphonocladales. Oleh beberapa penulis, Tetrasporales dan Volovocales sering disatukan menjadi satu bangsa, yaitu Volvocales dan Tetrasporales dianggap sebagai anak bangsa dan Volvocales. Dalam hal ini, mereka berpendapat bahwa kedua bangsa tersebut hanya mempunyai perbedaan kecil saja.

Tempat hidup

Sebagian besar 90% merupakan algae air tawar terdapat pula di tanah atau di dinding tembok yang lembab, di atas batang pohon dan dapat pula sebagai epifil (pada permukaan daun).

Charophycaea

  1. Tubuh merupakan talus yang tegak, beruas dan berbuku-buku dan bercabang. Cabang yang pertumbuhannya tak terbatas keluar dari buku-buku tersebut dan dari setiap buku keluar cabang yang pertumbuhannya terbatas, yaitu cabang lateral (filoid) yang letaknya melingkari buku tersebut. Tubuh ini sering diliputi oleh CaCO3.
  2. Reproduksi.
    1. secara seksual: dilakukan dengan oogami. Alat kelamin betina dikelilingi benang-benang steril yang letaknya melingkar hingga membentuk spiral. Alat kelamin jantan, terdiri dari satu sel, masing-masing anteridium disatukan dalam filamen yang uniseriate dan dibungkus oleh selubung yang terdiri dari 8 sel.
    2. secara vegetatif: dengan membentuk bintang-bintang amilum dan bulbus.

Dengan melihat struktur alat kelamin dan adanya stadium protenema dalam perkembangan zigot, struktur vegetatif dari tubuhnya, maka beberapa ahli mengatakan bahwa kedudukan Chara berada antara Thallophyta dan Bryophyta. Jenis-jenis yang masih hidup adalah Chara spp dan Nitella spp kesemuanya hidup di air tawar.

II. Divisi Phaeophyta
Hanya terdiri dari satu kelas : Phaeophyceae

Ciri-ciri

  1. Tubuh selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup di lautan daerah beriklim dingin.
  2. Set vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.

Reproduksi

Sel reproduksi yang motil baik zoospora ataupun zoogamet berflagela 2 buah, tidak sama panjang dan terletak dibagian lateral dari sel, bertipe whiplash dan tinsel. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan zoospora atau aplanospora. Reproduksi seksual dilakukan secara isogami, anisogami atau oogami.

Daur hidup

Jenis-jenis dari bangsa-bangsa dalam Phaeophyceae mempunyai daur hidup dengan pergantian keturunan, kecuali jenis-jenis dari bangsa Fucales. Ada tiga tipe pergantian keturunan, yaitu: isomorfik (Dictyola sp.), heteromorfik (Laminaria sp). Dan diplontik (Sargassum sp.)

Tempat hidup

Sebagian besar hidup di laut hanya ada beberapa jenis saja yang hidup di air tawar.

III. Divisi Rhodophyta
Hanya mempunyai satu kelas, yaitu Rhodophyceae.

Ciri-ciri

  1. Sel mempunyai dinding yang terdiri dari selulose dan agar atau karagen.
    Rhodophyceae tidak pernah menghasilkan sel-sel berflagela.
  2. Pigmen
    Khlorofil: terdiri dari khlorofil a dan d.
    Fikobilin: fikoeritrin dan fikosianin yang sering disebut pigmen aksesoris.
    – karoten
    Pigmen-pigmen tersebut terdapat dalam kloroplas
  3. Cadangan makanan berupa tepung flaridea dan terdapat diluar khloroplas.
  4. Talus
    Hampir semuanya multiseluler, hanya 2 marga saja yang uniseluler. Talus yang multiseluler berbentuk filamen silinder ataupun helaian. Pada dasarnya talus yang multiseluler, terutama yang tinggi tingkatannya terdiri dari filamen-filamen yang bercabang-cabang dan letaknya sedemikian rupa hingga membentuk talus yang pseudoparenkhimatik. Talus umumnya melekat pada substrat dengan perantaraan alat pelekat. Pada Rhodophyta yang tinggi tingkatannya ada 2 tipe talus: monoaksial dan multiaksial.

Reproduksi

Reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan fragmentasi. Rhodopyceae membentuk bermacam-macam spora, karpospora (spora seksual), sporta, netral, monospora. Tetraspora, bispora, dan polispora.

Pergantian keturunan

Pada yang tinggi tingkatannya terdiri dari 2 tipe, yaitu bifasik dan trifasik.

  1. Bifasik: inti zigot langsung mengadakan meiosis; hingga menghasilkan karposporafit haploid yang tumbuh pada gametofitnya atau inti zigot membelah mitosis hingga membentuk karposporangium yang intinya diploid inti karposporangium mengadakan meiosis dan membentuk karpospora yang haploid. Karposporofit berada pada gametofit.
  2. Trifasik: inti zigot hanya membelah mitosis, membentuk karposporangium dengan karpospora yang diploid. Karposporofit terdapat pada gametofit, karpospora yang diploid tumbuh menjadi tetrasporofit yang diploid dan hidup bebas, tetrasporangium yang terbentuk intinya membelah meiosis dan menghasilkan 4 spora yang haploid (tertraspora). Tetraspora tumbuh menjadi gametofit. Gametofit dan tetrasporofit umumnya isomorfik.

http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?menu=bmpshort_detail2&ID=57

Habitat Hidup Alga
Alga adalah salah satu organisme yang dapat tumbuh pada rentang kondisi yang luas di permukaan bumi. Alga biasanya ditemukan pada tempat-tempat yang lembab atau benda-benda yang sering terkena air dan banyak hidup pada lingkungan berair di permukaan bumi. Alga dapat hidup hampir di semua tempat yang memiliki cukup sinar matahari, air dan karbon-dioksida.

http://kamase.org/2007/01/02/membuat-biodiesel-dari-tumbuhan-alga/

2008

Iklan
By indah ilmiah

STRUKTUR PERKEMBANGAN ALGA

Pengelompokan alga berdasarkan pigmentasi sebagai berikut:

1.

Chlorophyta (alga hijau)

Alga ini merupakan kelompok alga yang paling beragam karena ada yang bersel tunggal, koloni dan bersel banyak. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil yang mengandung karoten. Banyak terdapat di danau, kolam tetapi sebagian ada juga yang hidup di laut.

Beberapa contoh alga hijau yang sering Anda jumpai di kolam sekitarmu antara lain:

a. Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak

1.

Chlorella
Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembangbiak dengan pembelahan sel.
Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. Serbuk
Chlorella dalam industri obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan)
2.

Chlorococcum
Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)

b. Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak

1.

Chlamidomonas
Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi (perhatikan gambar berikut ini).

Gambar 9.

a. Bentuk sel Chlamydomonas
b. Daur hidup Chlamydomonas

c.

Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak
Contoh:
Hydrodictyon
Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.

d.

Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Contoh:
Volvox
Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500 – 5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.

Gambar 10. Konjugasi sel gamet Volvox

e.

Chlorophyta berbentuk benang
Contoh:
1.

Spyrogyra
Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan. Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi. Adapun langkah-langkah konjugasi antara lain
Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh peleburan inti yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid. Zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang
Spirogyra baru yang haploid.

Gambar 11. Konjugasi pada Spirogyta

2.

Oedogonium
Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di air tawar dan melekat di dasar perairan. Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu

f. Chlorophyta berbentuk lembaran
Contoh:
1.

Ulva
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi
Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid (perhatikan gambar di bawah).

Gambar 12. Siklus hidup Ulva

2.

Chara
Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi.

Gambar 13. Chara

SUMBER:(www.e-dukasi.net) 5:07pm

By indah ilmiah