Divisi Thallophyta / Thalopita / Thalophita

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Divisi Thallophyta / Thalopita / Thalophita
Divisi thallophyta adalah tumbukan yang memiliki thalus termasuk diantaranya adalah golongan jamur / fungi, bakteri dan ganggang / alga.

Definisi Thallophyta : Adalah tumbuhan yang belum memiliki daun, akar dan batang yang jelas.

CIRI-CIRI UMUM JAMUR
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

Gbr. Hifa yang membentuk miselium dan tubuh buah

http://www.free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0024%20Bio%201-5a.htm

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau
septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi
haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

Pertumbuhan dan Reproduksi


Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

PERKEMBANGBIAKAN LICHENES

Perkembangbiakan lichenes melalui tiga cara, yaitu :

A. Secara Vegetatif

Fragmentasi

Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan memisahkan bagian tubuh

yang telah tua dari induknya dan kemudian berkembang menjadi individu baru.

Bagian-bagian tubuh yang dipisahkan tersebut dinamakan fragmen.

Pada beberapa fruticose lichenes, bagian tubuh yang lepas tadi, dibawa

oleh angin ke batang kayu dan berkembang tumbuhan lichenes yang baru.

Reproduksi vegetatif dengan cara ini merupakan cara yang paling produktif untuk

peningkatan jumlah individu.

Isidia

Kadang-kadang isidia lepas dari thallus induknya yang masing-masing

mempunyai simbion. Isidium akan tumbuh menjadi individu baru jika kondisinya

sesuai.

Soredia

Soredia adalah kelompok kecil sel-sel ganggang yang sedang membelah

dan diselubungi benag-benang miselium menjadi suatu badan yang dapat

terlepas dari induknya. Dengan robeknya dinding thallus, soredium tersebar

seperti abu yang tertiup angin dan akan tumbuh lichenes baru. Lichenes yang

baru memiliki karakteristik yang sama dengan induknya.

B. Secara Aseksual

Metode reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora yang

sepenuhnya bergantung kepada pasangan jamurnya. Spora yang aseksual

disebut pycnidiospores.

Pycnidiospores itu ukurannya kecil, spora yang tidak motil, yang

diproduksi dalam jumlah yang besar disebut pygnidia. Pygnidia ditemukan pada

permukaan atas dari thallus yang mempunyai suatu celah kecil yang terbuka

yang disebut Ostiole. Dinding dari pycnidium terdiri dari hifa yang subur dimana

jamur pygnidiospore berada pada ujungnya. Tiap pycnidiospore menghasilkan

satu hifa jamur. Jika bertemu dengan alga yang sesuai terjadi perkembangan

menjadi lichenes yang baru.

C. Secara Seksual

Perkembangan seksual pada lichenes hanya terbatas pada pembiakan

jamurnya saja. Jadi yang mengalami perkembangan secara seksual adalah

kelompok jamur yang membangun tubuh lichenes.

By indah ilmiah

One comment on “Divisi Thallophyta / Thalopita / Thalophita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s